Monday, October 30, 2006
asal kata Bolot
kata yang akan kita utarakan kali ini adalah kata bolot. Memang agak sepele, tapi saya akan mengutarakan mula kata ini. Kini orang yang mengalami gangguan di telinganya dikatakan bolot atau budeg. Saya sendiri sering mendapati kata bolot ini digunakan beberapa orang. Misalanya pada kata ..gimana sih kamu, bolot ya..dipanggil kok diam aja..?. Penjelasan ini juga menjadi tambahan fakta bahwa bahasa dapat dibentuk oleh kesepakatan bersama. Kembali ke contoh diatas kata bolot telah mewakili kata budeg atau tuli (Indonesia). Sebenarnya kata bolot adalah nama panggung dari pemain lenong Bpk. Muhammad atau Mamad, biasa disematkan Mat Bolot. Nama panggung ini banyak : nirin kumpul, nori, anen dsb. Peran bolot sendiri dahulunya tidak tuli, atau sebagai pemain dapat saja memainkan beberapa lakon. Menurut Nori, salah seorang sesepuh lenong betawi menuturkan bahwa peran budeg (tuli) dapat dimainkan oleh siapa saja. Beliau menyebutkan arti bolot sendiri bukanlah budeg atau tuli, kata bolot diperuntukkan bagi orang yang berada dalam keadaan kotor, misalnya seorang bocah (anak kecil) yang kembali setelah bermain, entah bermain lumpur atau debu bekas hujan atau terkena air.
Bila kata bolot identik dengan budeg, ditambahkan Ibu Nori (yang masih sering ngelenong ini) berarti lakon ini berhasil dimainkan dengan baik oleh Mat Bolot. Untuk menutup tulisan ini berikut syair pepesan kosong (Sandiwara yang pernah tayang di TPI thn. 1990-an) dan pernah tayang ulang.
30 Okt. 2006 : 04.00
Bila kata bolot identik dengan budeg, ditambahkan Ibu Nori (yang masih sering ngelenong ini) berarti lakon ini berhasil dimainkan dengan baik oleh Mat Bolot. Untuk menutup tulisan ini berikut syair pepesan kosong (Sandiwara yang pernah tayang di TPI thn. 1990-an) dan pernah tayang ulang.
- ..e...pepesan kosong ini lagunye
- sayang disayang
- kemudian ada lirik yang menyebutkan nama2 wilayah sekitar jakarta yg digusur
- dan ada juga disebutkan nama-nama tokoh pemain, tak terkecuali
- ...bolot budeg jadi ertenye
- ..malih tongtong jadi hangsipnye...(dan ditutup dengan lirik berikut:)
- ...si bewok yang jadi dalangnye (si Bewok tidak lain Ali Shahab sang sutradara )
30 Okt. 2006 : 04.00