Friday, December 08, 2006

 

PAK RADEN


Masih ingat film si Unyil dahulu. Pasti pembaca mengangguk tanda mafhum. Waktu itu memang tidak ada pilihan lain kecuali nonton TVRI dan si Unyil yang sejak keluarnya awal 80-an hingga 90 an masih saja esde (SD). Hiburan ini biasa tayang tiap hair minggu, sekitar jam delapan pagi. Tokoh utama memang Unyil and friends (Cuplis, Ndut, Melani, Usro). Orang dewasanya kalau orang rumahan ya Keluarga mereka, kecuali keluarga nenek (yang sering dipanggil Mbah) atau Pak Raden dan istrinya. Orang kantorannya ada kelompok guru (ada dua Bapak Guru yang berkacamata dan Ibu Guru). Terus ada kelompok yang pengangguran Pak Ogah, dan kaki tangannya Si Ableh.
Lakon si Unyil kebanyakan soal lingkungan mulai dari hidup sehat, kebersihan, keIndonesiaan dan tolong-menolong. Yang saya ingat seringakali muncul sosok orang tidak waras, apakah kemunculannya seiring bulan agustus, karena si orgil sering memekikkan kata merdeka. Mengapa tulisan ini berjudul Pak Raden. Ada yang menarik disini, keadaan akan menjadi masalah jika berurusan dengan Pak Raden. Entah anak-anak (Unyil & friends) lewat di depan rumah atau ada milik Pak Raden yang hilang. Yang sering hilang seperti buah dari pohon jambu milkinya seringkali disikat orang macam Ableh and Pak Ogah. Pada intinya ketika tokoh ini muncul plus masalah yang selalu mengiringinya baik sepele ataupun yang serius. Tokoh Pak Raden sendidri bernama lengkap Raden Singo Dimedjo Jalmawana, yang menurut tokoh pemerannya (Suryadi) berarti Singa-hutan yang jadi manusia. Tokoh ini sengaja ditampilkan untuk menghidupkan pentas. Menurutnya lagi cerita unyil yang datar-datar saja tentu menjenuhkan, untuk itu ia kemudian membutuhkan peran protagonist si Pak Raden. Pak Raden, dengan bahasa yang agak ilmiah dimunculkan untuk membuat tegang, sehingga penonton akan memberikan perhatian, dan tentunya wilayah psikologisnya turut tersentuh. Sentuhan ini akan menimbulkan empati kepada yang dituduh, atau membenci sifat buruk dari tokoh yang terkenal galak walau pandai bernyanyi.

Comments: Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?