Friday, May 14, 2010

 

Leiden dan Snouck


Snouck Hurgronje sebagai contoh “yang jelas dan sederhana” tentang seorang ahli Islam yang pengetahuan orientalnya pada hakekatnya mengaburkan “identitas nasionalnya”

[Edward Said, dikutip dalam Ducth Culture Overseas; Frances Gouda]

Mungkin bangsa ini memiliki kenangan pahit bersama Belanda. Sejarah mencatat bahwa Belanda telah bertindak semena-mena sebagai penjajah negeri Indonesia. Tiga abad lebih negeri Nusantara mengalami masa-masa penindasan yang tentu saja akan diingat selalu sampai kapanpun. Hingga pada satu masa kemerdekaan telah dinyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan tanpa kecuali.

Muslim Indonesia jika ditanya mengenai siapa tokoh yang paling dikenal mengenai Belanda kebanyakan akan menjawab Snoker-gronye [Snouck Hurgronje]. Tokoh yang satu ini begitu populer karena reputasinya. Jika di Belanda namanya harum, lain halnya dengan di sini. Snouck adalah manusia paling ‘dicari’ kala itu karena dikenal sebagai seorang munafik, pengadu domba kelas tinggi. Kenapa namanya bisa demikian jelek, karena Snouck dikecam sebagai seorang yang mengembangkan bid’ah di Indonesia. Kehandalannya yang begitu amat familier adalah kepicikannya untuk membentuk opini lebih baik memikirkan akhirat dari pada dunia, sehingga kaum muslim di Indonesia kala itu makin terbenam hanya memikirkan ibadah saja, dan menjauhi dari urusan politik. Umat Islam dilupakan untuk berjihad memerangi penjajah yaitu tidak lain kaumnya sendiri Belanda.

Kejumudan ini sebenarnya dilakukan dengan memanfaatkan momentum paham teologi kaum muslim Nusantara kala itu yang bercorak Asy’ariah. Teologi ini lebih mementingkan ketundukan kepada wahyu ketimbang akal (ra’yi). Elaborasi lainnya yaitu kepada paham Jabbariyah yang mempercayai bahwa segala sesuatu telah digariskan oleh Tuhan, jika Tuhan menghendaki untuk menang (merdeka) maka akan dimenangkan begitu juga sebaliknya, sehingga kondisi ini dimanfaatkan betul untuk melemahkan kaum muslim ketika itu. Dan satu lagi adanya singkretisme yang terus tumbuh dalam pelaksanaan keagamaan masyarakatnya.

Gbr. Snouk Hurgronje berkopiah, dalam sampul terbitan INIS

Kini Indonesia telah merdeka, hubungan Indonesia hingga saat ini tetap baik-baik saja dengan bekas “tuannya’ itu. Dari buku-buku didapati bahwa seorang Snouck adalah ilmuwan yang ulung dan berdedikasi tinggi. Ia bahkan disebut pernah menimba ilmu di Mekkah. Menguasai bahasa Arab baik lisan dan tulisan, ia adalah guru besar dalam bidang Agama dan adat Islam. Universitas tempat bernaungnya adalah Leiden University. Universitas yang ketika penulis mendengarnya saja penuh dengan aroma klasik. Aroma itu adalah naskah dan manuskrip, Leiden dan universitas di Belanda adalah surga bagi naskah kuna termasuk naskah-naskah milik kaum muslimin dahulunya. Di lembaga-lembaga arsip dan perpustakaannya jika ditelusuri didalam perut lembaga informasi tersebut tersimpan harta karun naskah kuna.

Gbr. salah satu bagian dari Universitas Leiden

Sejak berkuliah dahulu kebetulan penulis mengambil jurusan ilmu perpustakaan. Ada beberapa mata kuliah yang diasuh oleh dosen-dosen yang memiliki pengalaman ke Belanda. Sebut saja Ibu Prof. Dr. Nabilah Lubis,MA., Drs.Arifin Toy,M.Sc. Dr.Dien Madjid MA. dan ada juga dosen-dosen lain yang kebetulan tidak secara langsung mengajar. Tahun itu tepatnya tahun 1999 di IAIN sekarang UIN Jakarta telah dibuka jurusan Ilmu Perpustakaan dan Sistem Informasi. Maka sejak saat itulah penulis bergumul dengan keilmuan ini, meskipun banyak orang mempertanyakan apa yang dipelajari di jurusan aneh tersebut. Karena orang masih mengenal image perpustakaan dan pustakawannya hanya sebagai penjaga buku, dan biasanya orang yang sudah tua, berkepala botak dan berkaca mata tebal.

Padahal jika saya membaca buku-buku utama mengenai ilmu perpustakaan, perpustakaan adalah jantungnya Universitas. Universitas yang besar dan ternama menurut teorinya akan bertumpu dengan koleksi buku dan perpustakaan yang besar. Dosen-dosen yang disebut diawal dalam sela-sela kuliahnya menceritakan bahwa mereka dapat melakukan dan menyelesaikan tesis dan disertasinya dengan bantuan perpustakaan di Belanda, terutama Universitas Leiden. Sebuat saja Ibu Nabila Lubis, guru besar dalam bidang filologi Islam, ketika menulis risetnya mengenai studi naskah mengenai Hamzah Fansuri dan Abdurrauf Sinkel. Beliau mengatakan dengan penuh takjub. Naskah-naskah yang dibutuhkan dalam disertasinya diketemukan dan tersimpan dengan rapi di negeri nun jauh disana. Naskah berumur ratusan tahun dirawat layaknya bayi sangat hati-hati. Cukup aneh juga, mengapa bisa terjadi, Belanda dikenal sebagai surga bagi mahasiswa yang mengambil kajian ke-Islaman, dengan buku-buku rujukan klasik, termasuk dalam bentuk manuskrip-manuskrip kuno. Dien Madjied lain lagi, ia bahkan terkagum-kagum menyaksikan kertas-kertas yang dibuat oleh orang-orang Indonesia bermacam-macam ragamnya mengenai masalah haji, perkawinan, soal perceraian dan talak, perjanjian dengan raja-raja lokal di Nusantara bisa tersimpan dan dirawat dengan amat telaten.

Pengalaman Arifin Toy lain lagi, bahwa beliau menyaksikan manuskrip dalam pelepah kurma atau medium kulit yang mencatat perkataan Nabi Muhammad SAW. Artinya tulisan-tulisan periode awal sebagai artefak keabsahan kehidupan Rasullulah tersimpan dengan baik. Hal ini jika ditengok dalam sejarah bagaikan pengulangan sejarah. Dunia Islam pernah mengalami kejayaan dalam dunia ilmu pengetahuan.

Sebuah keniscayaan –jika Barat tidak mengakuinya– bahwa Islam telah menjadi kekuatan tersendiri dalam bidang ilmu pengetahuan. Ahli ilmu kaum muslim juga amat diperhitungkan, ada Avicena nama lain Ibnu Sina, ilmuwan muslim yang karyanya al-Kanun fi al-Tibb menjadi pegangan bagi mahasiswa kedokteran di Barat. Averous untuk Ibnu Rusyd, ahli fikih dengan karyanya al-Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtasid. Ibnu Rusyd (Averos) juga dikenal sebagai filosof pengulas filsafat Aristoteles, sehingga karyanya ini dapat dimanfaatkan oleh ilmuwan Barat, iapun dikenal sebagai guru kedua setelah Aristoteles. Al-Ghazali (Algazel) dengan karya-karya ahlak tasawufnya (salah satu karyanya Ihya Ulum al-Din) dibaca dan dikaji sebagai kajian moral dan etika. Selain dalam sumbangsih ilmu, Islam sendiri menjadi kajian lewat tradisi sosial keagamaanya misalnya kehidupan sufi. Nama-nama seperti Jalaluddin al-Rumi, Ibn ‘Atha’illah al-Sakandari, Rabi’ah al-Adawiyah, Fariduddin al-Tar, adalah sedikit dari tokoh tasawuf Islam yang telah menarik orang-orang Barat untuk mengkajinya. Annemarie Schimmel, Frinjoft Schuon, Gothe, Carl W. Erns banyak menulis persoalan mistik Islam dengan tokoh sufi diatas.

Sebagai penutup bahwa tradisi keilmuan tidak bisa dibangun tanpa adanya pusat-pusat penyimpan informasi dan termasuk penggiat keilmuan seperti seorang Snouck Hurgronje. Informasi dalam bentuk apapun adalah berharga. Islamic studies dapat berdiri di Leiden University karena dukungan perpustakaan yang baik. Koleksinya dari sumber asli yang dapat dijadikan rujukan sepanjang masa, karena berupa naskah otentik. Kita juga mesti belajar bagaimana ilmuwan seperti Snouck Hurgronje mencari ilmu dan meluaskan pengetahuannya, dengan menyambangi pusat-pusat ilmu itu disimpan. Tradisi Barat yang biasanya ditujukan kepada Amerika dan Eropa sulit terkejar bahkan untuk mengimbanginya. Seperti juga Snouck yang menjadi pelopor bagi politik etis di negeri jajahan Indonesia, namun gaungnya agak berbeda sekarang ini. Ahli ahli Amerika lebih nyaring suaranya ketika membicarakan urusan yang melibatkan Islam dan umat. Dapat disebutkan seperti Karen Armstrong (buku-bukunya sangat bayak di Indonesia dalam bentuk terjemahan). Huston Smith, atau John L. Esposito. Islam dapat ditampilkan sebagai agama yang tidak melulu soal peperangan (jihad) lebih dari itu Islam adalah agama yang membawa manusia kepada perdamaian dan turut mengantarkan keadaan dunia menjadi lebih baik hingga saat ini. Mungkin suatu waktu ahli dari Belanda tentu akan menyusul membawakan pesan-pesan Islam damai dan berbudaya sebagai rahmatan lil-‘alamin.

@Sukron Sugandi/2010@

Sumber :

[1] Badarus Syamsi. Post-Orientalisme : Membongkar Citra Palsu Islam. Jakarta : STIT Tebo Jambi-Sentra Media, 2006. [2] Gouda, Frances. Dutch Culture Overseas: Praktik Kolonial Belanda di Indoensia, 1900-1942. Jakarta : Serambi, 2007. [3] Poeradisastra, S.I. Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Perdaban Modern.—Cet.3- Jakarta : Komunitas Bambu, 2008. [4] Sumpeno, Achmad. Reanalisis Pengkajian Keislaman di Perguruan Tinggi Agama Islam. Artikel dalam The 9th Annual Conference on Islamic Studies (ACIS). Surakarta, 2-5 November 2009. Sumber gambar seluruhnya dari google.com; inzet kampus dari : http://mladiinfo.com/wp-content/uploads/2009/12/leiden_university.jpg. Untuk logo : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/1a/Seal_Leiden_University.jpg. Wajah Christian Snouck Hurgronje dari : http://www.bukubagus.com/68651519/images/kumpulan-karangan-snouckkk-.gif


Tuesday, December 12, 2006

 

TEOREMA ASAL-MULA ALAM

Informasi dari wilayah keagamaan menunjukkan bahwa umur bumi telah sangat renta. Islam misalnya melalui kisah isra mi’raj Nabi diberitakan bahwa bumi diibaratkan sebagai nenek tua yang berpakaian cantik-molek. Menyambut 100 tahun Relativitas Einstein sekaligus menyongsong tahun fisika yang jatuh pada warsa 2005, adalah Departemen Fisika ITB (Senin, 30 Agustus 2004) menyelenggarakan ceramah umum, Umur alam semesta yang akan dibawakan oleh fisikawan Prof. Pantur Silaban PhD; seperti ditulis oleh wartawan kompas 19 Agustus 2004, beliau dikenal sebagai pemegang otoritas paling kompeten mengenai karya-karya agung fisikawan Albert Einstein (1875-1955) apa yang menarik dari ceramah tersebut, paling tidak adalah materi fisika yang njelimet akan dibawakan dengan bahasa yang mudah dimengerti awam, belum terbukti memang, termasuk penulis sendiri. Menurutnya kiamat yang betul-betul akan meluluhlantakkan bumi masih sangatlah lama. Dengan sedikit canda bagi para pebisnis masih bisa menanamkan modalnya karena waktunya masih ribuan tahun terjadi.
Stephen Hawking, dalam Tuhan tidak bermain dadu karya Keith Ward cenderung untuk meniadakan kekuatan pencipta yaitu Tuhan. Alam semesta menurut Stephen Hawking ada dengan sendirinya dan terus berkembang hingga saat ini dan menyatakan bahwa alam (Univers) akan langgeng tanpa sedikitpun memberikan ruang univers ini bagi Tuhan, tidak ada ruang bagi Tuhan imbuhnya. Perkembangan alam tidak ubahnya seperti kelahiran dan kematian, alam raya akan mengalami kematian untuk kemudian lahir kembali dengan sistemnya yang baru. Alam raya memiliki cara tersendiri dalam kehancuran dan kelahirannya, kehancuran disini dapat diartikan bahwa keseimbangan alamiah pada suatu saat terganggu sehingga –hancur- pada suatu waktu akan menghasilkan keseimbangan yang baru. Teori Big-Bang (dentuman besar) terjadi alamiah saja sebagai evolusi jagat raya menuju keseimbangan, dan terciptanya kehidupan termasuk di Bumi. Kesimbangan ini dapat diilustrasikan seperti tumpukan pasir yang mengatur diri setelah berada pada ketinggian tertentu, jika kita menuangkan tambahan tepat pada puncak gundukannya maka pasir-pasir yang menumpuk diatas akan bergeser secara teratur sehingga menghasilkan tumpukan yang makin melandai, kondisi kerucut tidak semakin runcing, demikian menurut fisikawan Indonesia Yohanes Surya.
Ilmuwana Islam lain lagi, mereka mempunyai ide yang dapat dikategorikan mengimani kekutan bernama Tuhan. Dalam filsafat ada dua teorema yang akan penulis uraikan. Pertama aliran Isyraqi dengan tokoh utamanya Shihab al-Din al-Suhrawardi, dengan ulasan menarik dari penerusnya Sadr al-Din Syirazi (Mulla Sadra), seluruh ‘ada’ yang tercipta ini adalah hasil limpahan (ilmuniation). Yang membedakan keberadaan sesuatu adalah gradasi dari pancaran tersebut. Wilayah yang lebih tinggi tentu memiliki dimensi yang lebih kompleks namun lebih sederhana. Alam mawjud yang dialamai manusia terkungkung oleh tiga dimensi yaitu panjang, lebar dan tinggi. Aliran kedua adalah aliran yang lebih awal, diteorikan oleh al-Farabi, menurut ahli filsafat aliran ini dipengaruhi oleh faham Platonis, dengan teorinya yaitu pelimpahan (al-fayd), penggerak awal dengan eksistensinya kemudian memunculkan alam-alam lainnya, kemudian termanifestasikan hingga alam manusia dengan kosmologinya. Alam akan ada sejauah penggerak yang awal itu ada, keabadian (Platonis) alam kemudian direduksi bahwa Tuhan dengan konsepnya mengenai hari kesudahan (kiamat) tentu telah menciptakan alam yang dikenal dengan alam akhirat. Sedang teori Isyraqi mengenai kesudahan alam yaitu dengan menghilangkan gradasi yang tentunya amat sangat mudah, semudah kita mengarsir gambar tebal-tipis, dengan demikian alam akhirat tentu mudah saja ada. Danah Zohar, yang dikenal dengan Spirtual Quotiennya (SQ) meyakini bahwa religiusitas akan membawa kearah Tuhan, meyakini adanya Tuhan berarti kita (makhluk) akan musnah. Bagaimana tidak spiritualitas amat sangat kencang menarik manusia. Tarikannya ini adalah berupa kehebatan dari ciptaan Tuhan. Diantaranya adalah keteraturan alam yang ada, semua saling melengkapi. Kehilangan salah satu dari makhluk apapun itu, maka akan membuat goyah susunan alam secara keseluruhan. Analoginya bahwa makhluk apapun (yang nampak dan tidak tanpak) seperti satu tubuh yang utuh mungkin anda ingat ikatan atom, jika ada yang sakit (menyimpang secara fisik dan perilaku) maka yang lainnya akan merasakannya pula. Hari akhir adalah sebuah keniscayaan, kehancuran akan berturut-turut seperti efek domino, seluruh alam entah dimana akan musnah. Kejadian dari hari kesudahan tersebut tiadalah yang mengetahui kecuali sang pencipta, begitu menurut keyakinan Islam. Wallahu a’lam bis sawab

Friday, December 08, 2006

 

PAK RADEN


Masih ingat film si Unyil dahulu. Pasti pembaca mengangguk tanda mafhum. Waktu itu memang tidak ada pilihan lain kecuali nonton TVRI dan si Unyil yang sejak keluarnya awal 80-an hingga 90 an masih saja esde (SD). Hiburan ini biasa tayang tiap hair minggu, sekitar jam delapan pagi. Tokoh utama memang Unyil and friends (Cuplis, Ndut, Melani, Usro). Orang dewasanya kalau orang rumahan ya Keluarga mereka, kecuali keluarga nenek (yang sering dipanggil Mbah) atau Pak Raden dan istrinya. Orang kantorannya ada kelompok guru (ada dua Bapak Guru yang berkacamata dan Ibu Guru). Terus ada kelompok yang pengangguran Pak Ogah, dan kaki tangannya Si Ableh.
Lakon si Unyil kebanyakan soal lingkungan mulai dari hidup sehat, kebersihan, keIndonesiaan dan tolong-menolong. Yang saya ingat seringakali muncul sosok orang tidak waras, apakah kemunculannya seiring bulan agustus, karena si orgil sering memekikkan kata merdeka. Mengapa tulisan ini berjudul Pak Raden. Ada yang menarik disini, keadaan akan menjadi masalah jika berurusan dengan Pak Raden. Entah anak-anak (Unyil & friends) lewat di depan rumah atau ada milik Pak Raden yang hilang. Yang sering hilang seperti buah dari pohon jambu milkinya seringkali disikat orang macam Ableh and Pak Ogah. Pada intinya ketika tokoh ini muncul plus masalah yang selalu mengiringinya baik sepele ataupun yang serius. Tokoh Pak Raden sendidri bernama lengkap Raden Singo Dimedjo Jalmawana, yang menurut tokoh pemerannya (Suryadi) berarti Singa-hutan yang jadi manusia. Tokoh ini sengaja ditampilkan untuk menghidupkan pentas. Menurutnya lagi cerita unyil yang datar-datar saja tentu menjenuhkan, untuk itu ia kemudian membutuhkan peran protagonist si Pak Raden. Pak Raden, dengan bahasa yang agak ilmiah dimunculkan untuk membuat tegang, sehingga penonton akan memberikan perhatian, dan tentunya wilayah psikologisnya turut tersentuh. Sentuhan ini akan menimbulkan empati kepada yang dituduh, atau membenci sifat buruk dari tokoh yang terkenal galak walau pandai bernyanyi.

Tuesday, December 05, 2006

 

UJI LOGIKA


(didapat dari sebuah acara, uji logika ini bukan karya penulis)

Semoga anda beruntung, berdo'alah, kerjakan sendiri dan jangan cepat menyerah! Jangan lupa catat waktu yang anda gunakan

Ada 5 buah rumah bersebelahan dalam satu jalan lurus yang masing-masing memiliki warna berbeda, setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda-beda. Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu,membaca satu bacaan tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu. Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang minum-minuman yang sama, membaca bacaan yang sama dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni lain.

Pertanyaan : Siapakah yang memelihara IKAN ?

Petunjuk :
Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah
Orang Swedia memelihara anjing
Orang Denmark senang minum teh.
Rumah berwarna hijau terletak tepat di sebelah kiri rumah berwarna putih.
Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi.
Orang yang membaca koran memelihara burung.
Penghuni rumah yang terletak ditengah-tengah senang minum susu.
Penghuni rumah berwarna kuning membaca novel.
Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama.
Orang yang membaca detektif tinggal disebelah orang yang memelihara kucing.
Orang yang memelihara kuda tinggal disebelah orang yang membaca novel.
Orang yang membaca puisi senang minum madu.
Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia.
Orang Jerman membaca roman.
Orang yang membaca detektif bertetangga dengan orang yang minum air.


*Albert Einstein menyusun teka-teki ini pada abad yang lalu. Dia menyatakan, 98 % penduduk didunia tidak mampu memecahkan soal ini. Apakah anda termasuk 2 % penduduk dunia yang berfikir logis, terorganisir dan mampu menyelesaikan masalah

Friday, December 01, 2006

 

Dunia nun jauh di tahun 1297


Sebuah sajak yang tertera di nisan dari Pendiri Kerajaan Samudra Pasai Malik al-Saleh (696 H/1297 M). Yang oleh J.P. Moquette dengan bantuan Dr. Van Rongkel ditulis sebagai berikut :

Innama al-dunya fana’u * laysa li al-dunya thubutu
Innama al-dunya kabaytu * Nasjatuhu al-ankabut
Wa laqad yakfika minha * ayyuha al-talibu quwwat
Way al-umri an qalilin * kullu man fiha yamutu

Adapun terdjemahan bebasnja adalah demikian :
Sesungguhnya dunia ini fana * Dunia ini tiadalah kekal
Sesungguhja dunia ini ibarat sarang * Jang ditenun oleh laba-laba
Demi sesungguhnja memadailah buat engkau dunia ini * Hai orang jang mentjari kekuatan
Hidup hanja untuk masa pendek sadja * Semua orang didunia ini tentu akan mati

(nukilan Kronika Pasai: sebuah tinjauan sedjarah oleh Teungku Ibrahim Hasan, Ygk, Gadjah Mada Univ. Press, 1973 hlm. 17). Keradjaan Samudara Pasai adalah kerjaan Islam tertua di Nusantara

Saturday, November 25, 2006

 

ROMANTIC RAPHSODY


Kreatifitas para pemusik muda Indonesia sedang menemukan momennya. Sebagai orang yang sering tidak sengaja mendengar musik, penulis kadang agak kaget juga. Grup2 band itu seperti cendawan di musim hujan. Coba saya sebutkan saja disini (sambil ingat2 tentunya) diantaranya Letto, NAff, Nidji, Radja, Tahta, Samsons.
Disini penulis hanya memberi catatan yang mungkin dari seorang awam. Letto, grup musik ini mengandalkan vokalisnya yang khas, warna vokal itu sangat khas (Mas Noe' ) punya jenis suara sesuai nama grup bandnya. Kenapa ya Letto termabil dari let and to (versi saya) kurang lebih mari yuk ! Warna musiknya dengan bahsa gaul nonjok untuk ikut menikmatinya...lagunya mengajak untuk jangan sedih, ada lagi sandaran hati (judul pastinya penulis tidak tahu) wanita ya jangan disakiti sandaran hati memberi makna lebih dalam. Nidji juga punya vokalis yang bagus secara ferpormance, bergetar-getar atau kejang (lebih tepat), suaranya juga khas, punya nafas panjang. Sisi postif lagunya bisa dilihat di lagu hapus aku, lupakan saja katanya. Mungkin penulis agak belok ke grup yang nota bene sudah agak lama Ada band, penulis tertarik dengan sebuah iklan yang pernah dipasang, ditulis karena wanita ingin dimengerti, di ujungnya ada istilah romantic rapshody. Penulis coba menerka apa yang dimaksud, ternyata pada pengolahan musiknya yang niat banget terasa romantisme yang dibangun. Coba pembaca test, tiap kali memulai lagu denting romantiknya sudah lebih dulu ada, santai dan eazy listening. Jadi buat grup2 lama seperti Peter pan, S07, siap untuk bertarung lebih kreatif lagi. skr -06 25/11/06

Monday, October 30, 2006

 

asal kata Bolot

kata yang akan kita utarakan kali ini adalah kata bolot. Memang agak sepele, tapi saya akan mengutarakan mula kata ini. Kini orang yang mengalami gangguan di telinganya dikatakan bolot atau budeg. Saya sendiri sering mendapati kata bolot ini digunakan beberapa orang. Misalanya pada kata ..gimana sih kamu, bolot ya..dipanggil kok diam aja..?. Penjelasan ini juga menjadi tambahan fakta bahwa bahasa dapat dibentuk oleh kesepakatan bersama. Kembali ke contoh diatas kata bolot telah mewakili kata budeg atau tuli (Indonesia). Sebenarnya kata bolot adalah nama panggung dari pemain lenong Bpk. Muhammad atau Mamad, biasa disematkan Mat Bolot. Nama panggung ini banyak : nirin kumpul, nori, anen dsb. Peran bolot sendiri dahulunya tidak tuli, atau sebagai pemain dapat saja memainkan beberapa lakon. Menurut Nori, salah seorang sesepuh lenong betawi menuturkan bahwa peran budeg (tuli) dapat dimainkan oleh siapa saja. Beliau menyebutkan arti bolot sendiri bukanlah budeg atau tuli, kata bolot diperuntukkan bagi orang yang berada dalam keadaan kotor, misalnya seorang bocah (anak kecil) yang kembali setelah bermain, entah bermain lumpur atau debu bekas hujan atau terkena air.
Bila kata bolot identik dengan budeg, ditambahkan Ibu Nori (yang masih sering ngelenong ini) berarti lakon ini berhasil dimainkan dengan baik oleh Mat Bolot. Untuk menutup tulisan ini berikut syair pepesan kosong (Sandiwara yang pernah tayang di TPI thn. 1990-an) dan pernah tayang ulang.
Sebagian lirik yang saya tulis diatas, jelas menyebutkan bahwa Bolot berperan sebagai orang yang tuli. Peran ini makin dikenal lewat lakon Pepesan Kosong buah tangan Ali Shahab. Demikian
30 Okt. 2006 : 04.00

This page is powered by Blogger. Isn't yours?